Cara menentukan harga jual tanpa menebak
Harga yang terlihat kompetitif belum tentu menutup biaya. Mulai dari unit ekonomi, bukan dari harga pesaing saja.
1. Hitung biaya variabel per unit
Catat bahan, kemasan, ongkos produksi per unit, dan subsidi pengiriman yang Anda tanggung. Jangan masukkan sewa bulanan di sini: sewa adalah biaya tetap. Untuk layanan, masukkan waktu kerja yang dibayar per pekerjaan.
2. Pisahkan biaya tetap per bulan
Sewa, gaji tetap, langganan alat, dan biaya administrasi tetap perlu dibayar meskipun penjualan nol. Gunakan periode yang sama dengan target unit penjualan.
3. Masukkan fee penjualan
Fee platform 5% berarti Rp2.500 untuk harga Rp50.000. Tambahkan fee pembayaran atau komisi persentase bila berlaku. Biaya transaksi nominal tetap masuk biaya variabel, bukan kolom fee persentase.
4. Tentukan volume yang realistis
Misalnya biaya variabel Rp25.000, biaya tetap Rp2.000.000, target 200 unit, fee 5%. Harga minimum = (25.000 + 2.000.000 / 200) / 0,95 = Rp36.843 setelah pembulatan ke atas. Ini baru harga impas, belum termasuk target laba atau pajak.
5. Uji sebelum menetapkan
Harga Rp50.000 menghasilkan kontribusi Rp22.500 per unit. Pada 200 unit, laba operasional estimasi Rp2.500.000. Jika volume turun menjadi 80 unit, hasilnya rugi Rp200.000. Uji tiga skenario volume, lalu cek respons pelanggan dan kapasitas produksi.